Bahkan Nabi Yaqub pun Menangis

jalan basah mengikat inspirasi diakhir.blog

Apa kabar Anda hari ini?

Bagaimana kabar istri / suami / anak / orang tua / keluarga / pendidikan / kesehatan / pekerjaan / usaha / jualan / apa pun yang penting bagi Anda hari ini?

Saya menemukan sebuah video yang mungkin sedang Anda butuhkan hari ini.

Atau malah mungkin inilah video yang paling Anda butuhkan hari ini.

Video di Youtube yang berjudul It’s Okay to be Sad (Tidak Apa-Apa Bersedih)” oleh Ustadz Nouman Ali Khan yang dipublikasikan oleh Bayyinah Institute.

Ini videonya:

Dalam video tersebut, Ustadz Nouman Ali Khan mengisahkan dialog antara Nabi Yaqub ‘Alaihis Salam dengan anak-anaknya.

Dialog tersebut terjadi setelah peristiwa dibuangnya Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya tanpa sepengetahuan Nabi Yaqub ‘Alaihis Salam.

Saat itu beliau terus menerus bersedih dan bahkan menangis hingga matanya menjadi buta.

Kemudian anak-anaknya bertanya, apakah engkau akan terus-menerus bersedih? Terus-menerus menangis hingga engkau sakit?

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala abadikan dialog tersebut dalam Al Qur’an Surat Yusuf ayat 85-86:

Mereka berkata, “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengidap) penyakit berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa.” (Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 85)

Kemudian Nabi Yaqub ‘Alaihis Salam menjawab dengan sebuah perkataan yang menggugah:

Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 86)

Nabi Yaqub ‘Alaihis Salam menjawab, bahwa beliau memang bersedih tetapi beliau mengadukan seluruh kesusahannya dan kesedihannya HANYA kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini adalah kalimat yang powerful.

Ada dua hal penting yang digarisbawahi oleh Ustadz Nouman Ali Khan dari dialog di dalam ayat-ayat tersebut:

1. Tidak Ada Siapa pun yang Paling Mengerti Anda selain Allah

Ustadz Nouman Ali Khan mengatakan bahwa dalam hidup ini manusia kerap kali ketika bersedih ingin mengadukannya kepada sesama manusia.

Terkadang beliau juga menerima pertanyaan dari orang-orang atau curahan hati tentang masalah yang dialami mereka.

Tetapi faktanya, tak ada seorang pun yang benar-benar merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Kesedihan Anda, saya tidak bisa benar-benar merasakannya. Pun sebaliknya kesedihan saya, tidak pula benar-benar dapat Anda rasakan.

Yang benar-benar paham tentang Anda hanyalah Allah.

Tidak akan ada yang mengerti Anda benar-benar, bahkan teman baik Anda, your best friends, tidak akan ada yang benar-benar memahami Anda.

Tak ada yang benar-benar bisa bersimpati kepada Anda dengan sebenar-benarnya simpati.

Yang bisa memahami Anda dengan sungguh-sungguh hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini adalah keyakinan yang sangat penting: meyakini bahwa tak ada siapa pun yang benar-benar memahami Anda selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Tidak Ada yang Salah dengan Bersedih dan Menangis, sebab Allah Menciptakan Manusia yang Memiliki Hati

Kisah Nabi Yaqub ‘Alaihis Salam memperlihatkan bahwa menangis adalah perbuatan manusiawi.

Hanya saja menangis dan mengadukan kesusahan tersebut mesti diarahkan atau disampaikan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah tidak melarang hambanya untuk menangis.

Bahkan Nabi Yaqub ‘Alaihis Salam yang merupakan seorang Nabi pun juga menangis, maka apalagi kita yang hanyalah manusia biasa?

Allah tidak menciptakan manusia sebagai robot, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki hati, memiliki emosi.

Allah oke jika Anda menangis kepada Nya.

Allah oke jika Anda mengadukan kesusahan dan kesedihan kepada Nya.

Semoga video tersebut dan tulisan ini bermanfaat untuk saya dan Anda, kita semua.

Iqbal – diakhir.blog

Featured Image: Pixabay.com / sdafjwwj

3 responses to “Bahkan Nabi Yaqub pun Menangis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *